Manusia dan kebudayaan
Ø Pengertian manusia
manusia
adalah ciptaan tuhan yang terdiri dari tubuh dan jiwa sebagai kesatuan yang
utuh, Secara bahasa manusia berasal dari kata “manu” (Sansekerta), “mens”
(Latin), yang berarti berpikir, berakal budi atau makhluk yang berakal budi
(mampu menguasai makhluk lain). Secara istilah manusia dapat diartikan sebuah
konsep atau sebuah fakta, sebuah gagasan atau realitas, sebuah kelompok atau seorang individu.Pendapat
tentang hakikat manusia sangat beragam, tergantung pada sudut pandang masing-masing. Ada beberapa
konsep tentang makna manusia, antara lain homo sapiens yaitu makhluk yang memiliki akal budi,animal rational yaitu makhluk yang memiliki kemampuan
berpikir, homo laquen yaitu makhluk yang mempunyai kemampuan berbahasa, homo
faber atau homor toolmaking animal yaitu makhluk yang mampu membuat perangkat
peralatan (Djamal dalam Jalaluddin 2011:77)
manusia juga
memiliki dua persaan,persaan rohani dan
indrawi.perasaan indrawi ada di setiap makhluk hidup tetapi tidak dengan
perasaan rohani,perasaan rohani hanya ada di manusia,perasaan rohani adalah
perasaan leluhur,misalnya:
1.
Persaan estetis
2.
Perasaan intelektual
3.
Perasaan etis
4.
Perasaan diri
5.
Perasaan sosial
6.
Perasaan religius
Manusi jika dilihat dari kepribadiannya terdiri dari 3 unsur:
-
ID,merupakan
libido murni, atau energi psikis yang menunjukkan ciri alami yang irrasional
dan terkait dengan sex, yang secara instingtual menentukan proses-proses
ketidaksadaran (unconcious). Terkurung dari realitas dan pengaruh sosial, Id
diatur oleh prinsip kesenangan, mencari kepuasan instingsual libidinal yang
harus dipenuhi baik secara langsung melalui pengalaman seksual, atau tidak
langsung melalui mimpi atau khayalan.
-
EGO,merupakan
bagian atau struktur kepribadian yang pertama kali dibedakan dari Id,
seringkali disebut sebagai kepribadian “eksekutif” karena peranannya dalam
menghubungkan energi Id ke dalam saluran sosial yang dapat dimengerti oleh
orang lain.
-
SUPEREGO,merupakan
kesatuan standar-standar moral yang diterima oleh ego dari sejumlah agen yang
mempunyai otoritas di dalam lingkungan luar diri, biasanya merupakan asimilasi
dari pandangan-pandangan orang tua
Ø KEBUDAYAAN
Etimologi
kata Budaya atau kebudayaan berasal dari
bahasa sangsekerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari budi(akal)
diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia.dalam bahasa
inggris , kebudayaan disebut culture, yang berasal dari kata latin colere,
yaitu mengolah atau mengerjakan. Bisa diartikan juga sebagai mengolah tanah
atau bertani. Kata culture juga kadang diterjemahkan sebagai "kultur"
dalam bahasa Indonesia.
Menurut
Andreas Eppink, kebudayaan mengandung keseluruhan pengertian, nilai, norma,
ilmu pengetahuan serta keseluruhan struktur-struktur sosial, religius, dan
lain-lain, tambahan lagi segala pernyataan intelektual dan artistik yang
menjadi ciri khas suatu masyarakat. Menurut Edward B. Tylor, kebudayaan
merupakan keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya terkandung pengetahuan,
kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain
yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat. Sedangkan menurut Selo
Soemardjan dan Soelaiman Soemardi, kebudayaan adalah sarana hasil karya, rasa,
dan cipta masyarakat.
Dari
berbagai definisi tersebut, dapat diperoleh pengertian mengenai kebudayaan
yaitu sistem pengetahuan yang meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat
dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu
bersifat abstrak. Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang
diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa perilaku dan
benda-benda yang bersifat nyata, misalnya pola-pola perilaku, bahasa, peralatan
hidup, organisasi sosial, religi, seni, dan lain-lain, yang kesemuanya
ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat.
Ø HUBUNGAN MANUSIA DAN KEBUDAYAAN
DALAM HUBUNGANNYA DENGAN BUDAYA , MANUSIA MERUPAKAN SUATU ORGANISME HIDUP (living organism). Terbentuknya pribadi seseorang dipengaruhi oleh lingkungan bahkan secara ekstrim dapat dikatakan, setiap orang berasal dari satu lingkungan, baik lingkungan vertikal (genetika, budaya), horizontal (geografik, fisik, sosial), maupun kesejarahan. Tatkala seorang bayi lahir, ia merasakan perbedaan suhu dan kehilangan energi, dan oleh karena itu ia menangis, menuntut agar perbedaan itu berkurang dan kehilangan itu tergantikan. Dari sana timbul anggapan dasar bahwa setiap manusia dianugerahi kepekaan (sense) untuk membedakan (sense of discrimination) dan keinginan untuk hidup. Untuk dapat hidup, ia membutuhkan sesuatu. Alat untuk memenuhi kebutuhan itu bersumber dari lingkungan dan budaya . Oleh karena itu lingkungan mempunyai pengaruh besar terhadap manusia itu sendiri.
Kebudayaan sangat
erat hubungannya dengan lingkungan atau masyarakat Menururt Melville J.
Herskovits dan Bronislaw Malinowski, mengemukakan bahwa segala sesuatu yang
terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh
masyarakat itu sendiri, kebudayaan adalah sesuatu yang turun temurun dari satu
generasi ke generasi yang lain. Andreas Eppink, kebudayaan mengandung
keseluruhan pengertian nilai sosial,norma sosial, ilmu pengetahuan serta
keseluruhan struktur-struktur sosial, religius, dan lain-lain, tambahan lagi
segala pernyataan intelektual dan artistik yang menjadi ciri khas suatu
masyarakat. Menurut Edward Burnett Tylor, kebudayaan merupakan keseluruhan yang
kompleks, yang di dalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian,
moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat
seseorang sebagai anggota masyarakat. Menurut Selo Soemardjan dan Soelaiman
Soemardi, kebudayaan adalah sarana hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat.
Dari
berbagai definisi tersebut, dapat diperoleh pengertian “kebudayaan adalah
sesuatu yang akan mempengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau
gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan
sehari-hari ”. Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang
diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa perilaku dan
benda-benda yang bersifat nyata, misalnya pola-pola perilaku, bahasa, peralatan
hidup, organisasi sosial, religi, seni, dan lain-lain, yang kesemuanya
ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat.
Dari uraian diatas
jelas sekali bahwa kebudayaan merupakan unsur paling dasar (basic) dari suatu
masyarakat, sehingga sampai sekarang sebahagian sosiolog dan antropolog masih
menganut faham cultural determinism yaitu bahwa sikap, pola perilaku manusia
dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaannya. Secara umum kebudayaan dapat
didefinisikan sebagai suatu sistem pengetahuan, gagasan, ide, yang dimiliki
oleh suatu kelompok manusia, yang berfungsi sebagai pengarah bagi mereka yang menjadi
warga kelompok itu dalam bersikap dan bertingkah laku. Karena berfungsi sebagai
pedoman dalam bersikap dan bertingkah laku, maka pada dasarnya kebudayaan
mempunyai kekuatan untuk memaksa pendukungnya untuk mematuhi segala pola acuan
yang digariskan oleh kebudayaan itu. Dalam konteks Negara, kebudayaan merupakan
sebuah penentu penting bagi kemampuan suatu Negara untuk makmur, oleh karena
budaya membentuk pemikiran orang – orang mengenai resiko, penghargaan dan
kesempatan. Sementara itu disisi lain, pembangunan pada dasarnya merupakan
proses aktivitas yang bersifat kontinyu dan terencana yang ditujukan untuk
merubah dan meningkatkan kualitas kehidupan sosial ekonomi kearah yang lebih
baik dan wajar dari waktu ke waktu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar